3 FOKUS SUPAYA BISNIS BERKEMBANG

Posted on

3 Fokus Supaya Bisnis Berkembang – Apa yang harus Anda lakukan ketika membangun sebuah bisnis? ada 3 fokus penting serta kritis dan banyak pengusaha yang lupa terhadap 3 fokus ini, yang akhirnya mereka harus mengalami kerugian bisnisnya tidak bertumbuh dan target-target mereka tidak tercapai.

Ada sebuah ada seorang entrepreneur yang gagal berkali-kali lalu akhirnya mendapatkan advice dari salah satu CEO Fortune 500 Coampanies. Dia mengatakan bahwa untuk mengembangkan sebuah bisnis anda harus punya lebar fokus 2 inchi, tetapi pengetahuannya sedalam 2 mil.

2 inchi kedalamannya 2 mil apa artinya?

Anda mungkin punya banyak customer. Anda punya customer dari usia 10 tahun sampai usia 50 tahun. Anda tidak perlu fokus kepada seluruh usia itu. Anda cukup fokus kepada 2 usia saja, fokus ke 2 usia yang betul-betul merupakan customer ideal Anda, tetapi Anda menguasai dan mendalami keinginan 2 usia tadi.

Misalnya, pokoknya saya ingin melayani usia 35 sampai 36. 2 usia, tapi Anda tahu persis bahwa usia 25 dan misalnya 25 dan 26 atau 35 dan 36 ini adalah orang-orang yang senang politik, Orang-orang yang senang bersosial media, orang-orang yang senang sepedahan, orang-orang yang suka dengan motivasi, orang-orang yang ingin sukses, orang-orang yang ingin memiliki keluarga bahagia.

Ketika Anda mengenal baik, mengenal mereka sedalam 2 mil, anda bisa menemukan kebutuhan mereka yang bisa Anda kapitalisasi atau yang bisa Anda jual. Itu adalah sebuah prinsip yang sangat-sangat penting. 2 inchi dalam 2 meter, atau 2 inchi dalamnya 2 kilo meter, ini semua adalah hasil dari fokus.

Ada 3 fokus yang benar-benar harus dijadikan sebagai strategi bisnis. Kita singkat menjadi MMC.

Fokus MARGIN

Strategi MMC adalah anda perlu segala sesuatu yang mensupport margin. Margin itu apa? margin adalah selisih antara harga jual dengan modal. Selisih harga jual dengan modal bukan net profit tapi margin, misalnya saya membeli barang ini dengan harga Rp 1.000, saya menjual dengan harga Rp 1.500, berarti Rp 500 adalah margin anda.Semakin besar marginnya semakin baik buat bisnis anda.

Yang jadi tantangan adalah kita terlalu berfokus kepada produk yang marginnya tipis tapi saingannya banyak. Margin tipis saingan banyak membuat kita pusing dengan cashflow. Untuk membuat margin kita besar, customer itu suka dengan perusahaan yang inovatif. Jadi strategi untuk mengembangkan margin adalah membutuhkan inovasi.

Siapa yang tahu dari mana munculnya inovasi? saya ingin kasih rumus inovasi buat teman-teman. Rumus inovasi adalah I ditambah C ditambah E sama dengan inovasi

I adalah Ide
C adalah Creativity
E adalah Eksekusi

Jadi I+C+E = Inovasi

Semakin banyak ide semakin bagus buat bisnis anda. Anda harus punya banyak ide, banyak pikiran, banyak ngobrol, banyak cari baca buku.

Selanjutnya untuk menjadi inovatif kita butuh yang disebut creativity. Kreatifitas, itu artinya apa? kita menemukan cara supaya ide itu menjadi big picture, supaya ide itu bisa menjadi ide besar, supaya bisa menjadi sebuah konsep.

Ide tidambah kreatifitas harus ditambah satu lagi yang namanya eksekusi. Eksekusi itu apa? eksekusi itu mencoba melakukan, menjalankan. Anda misalnya awalnya bikin kue namanya muffin, muffin cuma satu muffin tapi kemudian anda tambah topping, lalu anda tambah topping bervariasi itu yang namanya idenya bikin kue. Kreatifitasnya ditambah dengan topping. Eksekusinya anda tes pasar siapa yang suka? siapa yang respon siapa yang happy? akhirnya anda muncul dengan inovasi.

Fokus MARKET SHARE

M yang kedua adalah fokus penting yaitu MARKET SHARE. apa yang dimaksud dengan market share? market share artinya kalau saya menjual bisa nggak saya jual banyak? kalau saya jualan mungkin nggak saya menjual banyak? kalau saya menjalankan, mungkin nggak yang mendengarkan banyak? mungkin nggak yang sharing banyak? mungkin nggak produk ini menjadi viral? ya itu market share.

Market share adalah berpikir bagaimana carnya agar kalau saya membuat sesuatu bisa banyak orang yang memanfaatkan,

Fokus CUSTOMER SATISFACTION

Customer satisfaction adalah kepuasan customer-customer kita.

3 hal ini adalah 3 hal yang sifatnya mungkin sering kali dilupakan. Anda hanya jualan, jualan, dan jualan. Tapi anda tidak memikirkan :
1. Apakah produk yang saya jual memiliki margin yang cukup baik?
2. Apakah produk yang saya jual bisa dinikmati oleh banyak orang?
3. Apakah ketika saya memberikan ke customer untuk mencoba makanan mereka satisfied?

Kalau tidak memenuhi salah satu syarat bisnis kita perlu banyak inovasi.