HAMPIR MUSTAHIL BISA MENANG PERANG | ALUR CERITA FILM THE HUNGER GAMES MOCKINGJAY PART 2 (2015)

Posted on

Alur Cerita Film Hunger Games: Smoking Jay Part 2

Hai selamat datang di channel Alur Cerita Film! Pada episode kali ini, Mimin akan melanjutkan cerita Survival yang super keren. Film yang akan kita bahas berjudul The Hunger Games: Smoking Jay Part 2. Film ini disutradarai oleh Francis Lawrence dan dibintangi oleh Jennifer Lawrence. Tak usah berlama-lama lagi, langsung saja kita masuk ke dalam alur cerita film The Hunger Games: Smoking Jay Part 2.

Ketnis Meminta Izin untuk Membunuh Presiden Snow

Setelah leher Katnis sembuh dari kejadian sebelumnya, Katnis meminta izin untuk memeriksa keadaan Pita. Pita selalu melihat ruangan tempat Pita ditahan dari luar. Ketnis melihat adiknya Primrose yang saat ini menjadi perawat sedang memeriksa keadaan Pita. Ternyata pikiran Pita masih belum stabil karena pemerintah mencuci otaknya dengan membuat Pita menyalahkan semua kejadian buruk yang menimpanya dan menimpa Distrik 12 diakibatkan karena ulah Katnis. Pemerintah membuat Pita sangat ingin membunuh Katnis dan selalu menemui Presiden Alma Coin. Ketnis meminta izin untuk pergi ke ibukota Kapital untuk membunuh Presiden Snow dengan tangannya sendiri. Ketnis sangat membenci Presiden Snow atas apa yang dilakukan kepada Distrik 12 dan Pita.

Pasukan Pemberontak Menyerang Distrik 2

Alma Coin tidak menyetujuinya karena hal itu sangat berbahaya. Alma Coin memberitahu kalau saat ini pasukan pemberontak sedang menjalankan misi menyerang Distrik 2, distrik terakhir yang masih setia kepada pemerintah. Jika Distrik 2 berhasil dikuasai, baru mereka akan menyerang ibukota Kapital. Ketnis selalu meminta agar dirinya dikirim ke Distrik 2. Ketnis yakin dirinya bisa meyakinkan masyarakat Distrik 2 untuk ikut bergabung melawan pemerintah tanpa harus jatuh korban rakyat tak berdosa. Alma Coin pun setuju, Alma mengirim Ketnis menuju District 2 di dalam pesawat.

Pita dan Platoon Pemberontak Menuju Ibukota Capitol

Ketnis mendengar rencana Gel dan BT yang akan membawa bunker persembunyian rakyat di Distrik 2. Katnis tidak setuju. Mereka melakukan kekerasan. Namun Gel tidak punya pilihan lain, mereka rela mengorbankan nyawa orangnya Distrik 2 jika tidak mau bergabung dengan pemberontak agar mereka bisa menjebol masuk ibukota. Sesampainya di Distrik 2, Ketnis ikut rapat penyerangan bunker tempat persembunyian rakyat Distrik 2. Di dalam bunker itu terdapat suplai persenjataan militer, pasukan pemerintah, dan warga sipil yang pro pemerintah sedang bersembunyi. Mereka berencana membom semua pintu masuk, mengubur hidup-hidup semua yang ada di dalam bunker box. Kemudian menyarankan untuk menyisakan satu pintu masuk untuk memberi kesempatan rakyat Distrik 2 yang ingin bergabung dengan pemberontak untuk dievakuasi. Ternyata Kill tidak setuju karena menurut Gel kesempatan seperti itu tidak dirasakan oleh puluhan ribu nyawa Distrik 12 yang tewas dibantai oleh pasukan pemerintah. Ketnis tidak setuju dengan pendapat Gel. Ketnis ingin memberi warga Distrik 2 kesempatan. Presiden Alma Coin pun memerintahkan untuk membiarkan salah satu pintu bunker untuk mengevakuasi warga Distrik 2 yang ingin bergabung dengan pasukan pemberontak.

Ketnis Melawan Pemerintah di Ibukota Capitol

Malam itu juga, helikopter pasukan pemberontak bergerak menuju pantai persembunyian Distrik 2. Di sini, Kel bertanya pada Ketnis kenapa Ketnis mengasihani musuh yang membantu pemerintah membantai kampung halamannya. Ketnis menjawab jika dia membantai semua orang semaunya, apa bedanya dia dengan pemerintah. Setelah pintu-pintu bunker berhasil dibom, Ketnis dan yang lain bergerak menuju satu terowongan masuk bunker yang masih terbuka. Mereka menunggu rakyat Distrik 2 yang ingin menyerahkan diri. Beberapa saat kemudian, muncul sebuah kereta dari dalam terowongan membawa rakyat Distrik 2. Seketika terjadi ketegangan di sana, Ketmis yang kasihan mendekati warga Distrik 2, namun ternyata malah Ketnis yang ditodong senjata. Ketnis selalu memberitahu warga Distrik 2 itu kalau dia bukan musuh mereka. Ketnis bertanya kenapa mereka harus saling membunuh. Apakah warga Distrik 2 tidak lelah harus terus menjadi budak pemerintah? Cukup apa yang terjadi di dalam Hunger Games menjadi contoh kalau pembantaian yang mereka lakukan itu sia-sia. Warga Distrik 2 itu pun sadar. Mereka telah salah membela pemerintah yang menyiksa rakyat selama ini. Tiba-tiba, satu orang tadi kenal menembakkan di istana negara Presiden Snow. Bersulang untuk merayakan kematian, Ketnis memeriksa keada